問題一覧
1
A. Perencanaan, B. Prosedur kerja, C.APD, Perangkat pelindung jatuh, angkur, D.Tenaga kerja
2
A. Teknik dan cara pelindung jatuh, B.Cara pengelolaan peralatan, C.Pengamanan tempat kerja, D. Kesiapan tanggap darurat
3
A. Daftar Tenaga Kerja untuk pertolongan korban pada ketinggian, B. Peralatan yang wajib disediakan melakukan, C. Untuk menangani kondisi darurat yang paling mungkin terjadi; fasilitas Pertolongan PertamaPada Kecelakaan (P3K)serta sarana evakuasi;, D. Nomor telepon dari pihak-pihak terkait dalam penanganan tanggap darurat
4
A. Bekerja pada Lantai Kerja tetap, B. Bekerja pada Lantai Kerja sementara, C. Bergerak secara vertikal atau horizontal menuju atau meninggalkan lantai kerja, D. Bekerja pada posisi miring
5
A. Dinding, tembok pembatas, atau pagar pengaman dengan tinggi minimal 950 (sembilan ratuslima puluh) milimeter, B. Pagar pengaman harus mampu menahan beban minimal 0,9 (nol koma sembilan) kilonewton, C. Celah pagar memiliki jarak vertikal maksimal 470 (empat ratus tujuh puluh) milimeter, D. Tersedia pengaman lantai pencegah benda jatuh (toe board) cukup dan memadai
6
A. Sling Angkur harus cukup kuat menahan beban jatuh;, B. posisi sling Angkur terakhir harus lebih tinggi dari kepala atau ditambatkan pada ketinggiansejajar dada;, C. tali keselamatan terhubung dengan alat pemegang tali yang mencengkeram secara otomatisapabila terbebani, D. Alat pemegang tali keselamatan terhubung langsung ke Angkur yang mampu menahan bebanjatuh; dan
7
A. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1(satu), B. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 2 (dua), C. Tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu), D. Tenaga kerja pada ketinggian tingkat 2 (dua)
8
A. Membuat angkur di bawah pengawasan tenaga kerja pada ketinggian tingkat 2 (dua)dan/atau 3(tiga)
9
A. Membuat angkur secara mandiri, B. Mengawasi tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu) dalam pembuatna angkur, C. Mengawasi tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu)
10
B. Menyusun perencanaan sistem keselamatan, C. Melakukan pemeriksaan angkur untuk keperluan internal, D. Mengawasi tenaga kerja pada ketinggian tingkat 2 (dua) dan/atau tenaga kerja pada ketinggiantingkat 1(satu)
11
A. Jangan menggunakan tangga yang rusak atau tangga berbahan metal untuk pekerjaan listrik., B. Tambahkan paling tidak 1 meter di atas tempat yang dituju, C. Jangan menambahkan tangga tambahan sehingga tangga tumpang tindih, D.Amankan puncak tangga, agar tidak bergeser dari tempatnya
12
A.Tangga, B.Scaffolding, C. Peralatan akses yang saling terhubung, D.Tali dan jaring keselamatan
13
A. Tepian terbuka tanpa pagar, B.Pegangan tangan hilang, C. Permukaan yang basah dan licin, D.Terbentur barang yang bergerak
14
A. Pekerjaan di ketinggian yang dilakukan saat hari hujan atau turun salju, B. Pekerjaan ketinggian yang dilakukan di dalam ruang terbatas, D. Pekerjaan di ketinggian yang dilakukan di sekitar atau berkontak dengan benda bermuatanlistrik
15
A. Terjatuh ke dalam lubang, B. Terjatuh dari perancah, C. Terjatuh saat melakukan pekerjaan dengan menggunakan tangga, D. Terjatuh saat memanjat ke atas ketinggian
16
A. Hindari jika kondisi memungkinkan, usahakan untuk tidak bekerja di ketinggian, B. Lindungi, menggunakan sarana yang tersedia, D. Minimalkan berusaha untuk mengurangi jarak jatuh dan dampak yang ditimbulkan
17
A. Dipasang pijakan kaki dan penghalang yang cukup kuat atau semi permanen, dan mampumenahan beban jika pekerja terjatuh, B. Jika tidak memungkinkan dipasang pengaman seperti pada poin di atas, maka harus digunakanperancah atau scaffolding, C. Jika tidak dapat digunakan perancah atau scaffolding, maka harus dikenakan alat pengamankerja (body harness / safety bel) yang mampu mengamankan pekerja dari risiko jatuh dariketinggian, D. Jika akan digunakan tangga, perlu dipastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktusingkat, tangga cukup kuat dan terpasang dalam posisi yang stabil, serta jangan memaksakanmeraih alat ataupun bahan yang sulit dijangkau.
18
A. Terbentur, B. Terhentak, D. Fatality
19
B. Peralatan, C.Lingkungan, D.Manusia
20
A.Identifikasi bahaya dan risiko, B.Membuat jalur perlintasan, C.Melakukan briefing
21
A.Identifikasi bahaya dan risiko, B.Membuat jalur perlintasan, C.Melakukan briefing
22
A. Mengurangi kekuatan tekanan maksimal dalam menahan tubuh pekerja saat terjatuh, B. Mengurangi atau mencegah kerusakan komponen fall arrester
23
A. Melindungi pekerja dan orang ditempat kerja, C. Melindungi aset-aset produksi agar dapat digunakan dengan baik dan efisien, D. Meningkatkan produktivitasnasional
24
A. Setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan selamat, B.Setiap kecelakaan memiliki sebab, C. Penyebab kecelakaan harus dicegah
25
A. Kelelahan visual, B. Kelelahan materi, C.Kelelahan fisik
26
A. Manusia, B. Mesin/alat, C.Lingkungan
27
A. Peralatan pengangkutan dengan bantuan mesin harus dilengkapi sistem pengereman pada saatdiangkat、diperlebar, dioperasi dan diputar, B.Sistem pengereman pada peralatan pengangkatan merupakan sistem pengoperasian dan sistemkeselamatan kerja, C. Saat pengangkatan logam dilakukan,untuk satu perangkat pengangkatan wajib dilengkapi duasistem pengereman
28
A.Tahap kebakaran muncul, B. Tahap kebakaran tumbuh, C.Tahap kebakaran padam
29
A. metode isolasi, B.metode pendinginan, C.metode pengendalian
30
A. Pekerjaan di area pinggiran, B.pekerjaan di atas lubang, D. pekerjaan lintas ganda
31
A. Benturan dan hantaman yang diakibatkan saat pengoperasian mesin, C. Tergores, tertusuk saat kontak dengan bagian mesin yang tidak bergerak
32
A.Wilayah bahaya, B. Wilayah waspada, D.Wilayah aman
33
A.Lantai kerja tetap, D.Lantai kerja sementara
34
C.Sistem pasif
35
B. Mengisolasi bahan berbahaya, D. Melakukan rekayasa ventilasi udara
36
A. Mencegah penyalaan, B.Pemadaman tahap dini, C. Mengontrol asap, D. Melakukan evakuasi
37
A. Bahaya mekanis, D.Bahaya listrik
38
A.Berdiri lama, B. Membungkuk, C. Jongkok lama
39
A.Perencanaan, B. Prosedur kerja, C.APD
40
A. Teknik dan cara pengendalian jatuh, B.Teknik dan cara melakukan pengawasan pekerjaan
41
A. Wilayah bahaya, B. Wilayah aman
42
B.Memasang dinding, C.Memilikiakses jalur masuk
43
B. Tarik ulur otomatis, D. Tali ganda dengan pengait
44
A.Angkur ditempatkan pada garis vertikal, C. Setiap perangkat hanya boleh untuk satu orang
45
C.Memiliki lisensi TKBT, D.Berkompetensi dan telah mengikuti training
46
A. Untuk mencegah cedera pada pekerja, B. Untuk meningkatkan keuntungan dan menjaga reputasi perusahaan, C. Untuk memenuhi peraturan perundangan yang berlaku
47
B. Memasang angkur di atas kepala atau sejajar dada, C. Mampu menahan beban karyawan
48
A.Scaffolding, B. Tali
49
A. Full body harness, B. Safety helmet, D.Safety shoes
50
A. UU no. 1 Tahun 1970, C.Permen no. 9 Tahun 2016
問題一覧
1
A. Perencanaan, B. Prosedur kerja, C.APD, Perangkat pelindung jatuh, angkur, D.Tenaga kerja
2
A. Teknik dan cara pelindung jatuh, B.Cara pengelolaan peralatan, C.Pengamanan tempat kerja, D. Kesiapan tanggap darurat
3
A. Daftar Tenaga Kerja untuk pertolongan korban pada ketinggian, B. Peralatan yang wajib disediakan melakukan, C. Untuk menangani kondisi darurat yang paling mungkin terjadi; fasilitas Pertolongan PertamaPada Kecelakaan (P3K)serta sarana evakuasi;, D. Nomor telepon dari pihak-pihak terkait dalam penanganan tanggap darurat
4
A. Bekerja pada Lantai Kerja tetap, B. Bekerja pada Lantai Kerja sementara, C. Bergerak secara vertikal atau horizontal menuju atau meninggalkan lantai kerja, D. Bekerja pada posisi miring
5
A. Dinding, tembok pembatas, atau pagar pengaman dengan tinggi minimal 950 (sembilan ratuslima puluh) milimeter, B. Pagar pengaman harus mampu menahan beban minimal 0,9 (nol koma sembilan) kilonewton, C. Celah pagar memiliki jarak vertikal maksimal 470 (empat ratus tujuh puluh) milimeter, D. Tersedia pengaman lantai pencegah benda jatuh (toe board) cukup dan memadai
6
A. Sling Angkur harus cukup kuat menahan beban jatuh;, B. posisi sling Angkur terakhir harus lebih tinggi dari kepala atau ditambatkan pada ketinggiansejajar dada;, C. tali keselamatan terhubung dengan alat pemegang tali yang mencengkeram secara otomatisapabila terbebani, D. Alat pemegang tali keselamatan terhubung langsung ke Angkur yang mampu menahan bebanjatuh; dan
7
A. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 1(satu), B. Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 2 (dua), C. Tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu), D. Tenaga kerja pada ketinggian tingkat 2 (dua)
8
A. Membuat angkur di bawah pengawasan tenaga kerja pada ketinggian tingkat 2 (dua)dan/atau 3(tiga)
9
A. Membuat angkur secara mandiri, B. Mengawasi tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu) dalam pembuatna angkur, C. Mengawasi tenaga kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu)
10
B. Menyusun perencanaan sistem keselamatan, C. Melakukan pemeriksaan angkur untuk keperluan internal, D. Mengawasi tenaga kerja pada ketinggian tingkat 2 (dua) dan/atau tenaga kerja pada ketinggiantingkat 1(satu)
11
A. Jangan menggunakan tangga yang rusak atau tangga berbahan metal untuk pekerjaan listrik., B. Tambahkan paling tidak 1 meter di atas tempat yang dituju, C. Jangan menambahkan tangga tambahan sehingga tangga tumpang tindih, D.Amankan puncak tangga, agar tidak bergeser dari tempatnya
12
A.Tangga, B.Scaffolding, C. Peralatan akses yang saling terhubung, D.Tali dan jaring keselamatan
13
A. Tepian terbuka tanpa pagar, B.Pegangan tangan hilang, C. Permukaan yang basah dan licin, D.Terbentur barang yang bergerak
14
A. Pekerjaan di ketinggian yang dilakukan saat hari hujan atau turun salju, B. Pekerjaan ketinggian yang dilakukan di dalam ruang terbatas, D. Pekerjaan di ketinggian yang dilakukan di sekitar atau berkontak dengan benda bermuatanlistrik
15
A. Terjatuh ke dalam lubang, B. Terjatuh dari perancah, C. Terjatuh saat melakukan pekerjaan dengan menggunakan tangga, D. Terjatuh saat memanjat ke atas ketinggian
16
A. Hindari jika kondisi memungkinkan, usahakan untuk tidak bekerja di ketinggian, B. Lindungi, menggunakan sarana yang tersedia, D. Minimalkan berusaha untuk mengurangi jarak jatuh dan dampak yang ditimbulkan
17
A. Dipasang pijakan kaki dan penghalang yang cukup kuat atau semi permanen, dan mampumenahan beban jika pekerja terjatuh, B. Jika tidak memungkinkan dipasang pengaman seperti pada poin di atas, maka harus digunakanperancah atau scaffolding, C. Jika tidak dapat digunakan perancah atau scaffolding, maka harus dikenakan alat pengamankerja (body harness / safety bel) yang mampu mengamankan pekerja dari risiko jatuh dariketinggian, D. Jika akan digunakan tangga, perlu dipastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktusingkat, tangga cukup kuat dan terpasang dalam posisi yang stabil, serta jangan memaksakanmeraih alat ataupun bahan yang sulit dijangkau.
18
A. Terbentur, B. Terhentak, D. Fatality
19
B. Peralatan, C.Lingkungan, D.Manusia
20
A.Identifikasi bahaya dan risiko, B.Membuat jalur perlintasan, C.Melakukan briefing
21
A.Identifikasi bahaya dan risiko, B.Membuat jalur perlintasan, C.Melakukan briefing
22
A. Mengurangi kekuatan tekanan maksimal dalam menahan tubuh pekerja saat terjatuh, B. Mengurangi atau mencegah kerusakan komponen fall arrester
23
A. Melindungi pekerja dan orang ditempat kerja, C. Melindungi aset-aset produksi agar dapat digunakan dengan baik dan efisien, D. Meningkatkan produktivitasnasional
24
A. Setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan selamat, B.Setiap kecelakaan memiliki sebab, C. Penyebab kecelakaan harus dicegah
25
A. Kelelahan visual, B. Kelelahan materi, C.Kelelahan fisik
26
A. Manusia, B. Mesin/alat, C.Lingkungan
27
A. Peralatan pengangkutan dengan bantuan mesin harus dilengkapi sistem pengereman pada saatdiangkat、diperlebar, dioperasi dan diputar, B.Sistem pengereman pada peralatan pengangkatan merupakan sistem pengoperasian dan sistemkeselamatan kerja, C. Saat pengangkatan logam dilakukan,untuk satu perangkat pengangkatan wajib dilengkapi duasistem pengereman
28
A.Tahap kebakaran muncul, B. Tahap kebakaran tumbuh, C.Tahap kebakaran padam
29
A. metode isolasi, B.metode pendinginan, C.metode pengendalian
30
A. Pekerjaan di area pinggiran, B.pekerjaan di atas lubang, D. pekerjaan lintas ganda
31
A. Benturan dan hantaman yang diakibatkan saat pengoperasian mesin, C. Tergores, tertusuk saat kontak dengan bagian mesin yang tidak bergerak
32
A.Wilayah bahaya, B. Wilayah waspada, D.Wilayah aman
33
A.Lantai kerja tetap, D.Lantai kerja sementara
34
C.Sistem pasif
35
B. Mengisolasi bahan berbahaya, D. Melakukan rekayasa ventilasi udara
36
A. Mencegah penyalaan, B.Pemadaman tahap dini, C. Mengontrol asap, D. Melakukan evakuasi
37
A. Bahaya mekanis, D.Bahaya listrik
38
A.Berdiri lama, B. Membungkuk, C. Jongkok lama
39
A.Perencanaan, B. Prosedur kerja, C.APD
40
A. Teknik dan cara pengendalian jatuh, B.Teknik dan cara melakukan pengawasan pekerjaan
41
A. Wilayah bahaya, B. Wilayah aman
42
B.Memasang dinding, C.Memilikiakses jalur masuk
43
B. Tarik ulur otomatis, D. Tali ganda dengan pengait
44
A.Angkur ditempatkan pada garis vertikal, C. Setiap perangkat hanya boleh untuk satu orang
45
C.Memiliki lisensi TKBT, D.Berkompetensi dan telah mengikuti training
46
A. Untuk mencegah cedera pada pekerja, B. Untuk meningkatkan keuntungan dan menjaga reputasi perusahaan, C. Untuk memenuhi peraturan perundangan yang berlaku
47
B. Memasang angkur di atas kepala atau sejajar dada, C. Mampu menahan beban karyawan
48
A.Scaffolding, B. Tali
49
A. Full body harness, B. Safety helmet, D.Safety shoes
50
A. UU no. 1 Tahun 1970, C.Permen no. 9 Tahun 2016